Menumbuhkan Semangat Menjelajah Dunia dengan Belajar Bahasa Jepang

 

Nurlaeli Safti, sedang mengajari anak-anak Pakis belajar Bahasa Jepang. (Foto: Berani Mengabdi)

Masuk ke Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Tim Berani Mengabdi langsung disuguhkan dengan suasana pedesaan yang asri. Melewati tempat wisata Telaga Kumpe, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sekolah alam lereng Gunung Slamet ini berdiri kokoh di kaki Gunung Slamet. Suasana pedesaan sangat terasa ketika Tim Berani Mengabdi sampai di sana. Ditambah gemericik air dari akuarium yang berada di depan ruang kelas yang memecah kesunyian.

 

Setelah selesai dengan materi pertama. Tibalah ke materi yang kedua yaitu “Bagaimana Cara ke Luar Negeri” yang disampaikan oleh Nurlaeli Safti. Sebelum memulai kelas, anak-anak Pakis diajak untuk menyuarakan tagline dari MTs Pakis. Isrodin, selaku pegiat pendidikan yang juga Kepala Sekolah MTs Pakis, meneriakkan “MTs Pakis…” kemudian dijawab oleh anak-anak dengan “Lakune nyong, rika, padha“, teriakan yang kedua “MTs Pakis…” anak-anak menjawab dengan tambah semangat “Mengispirasi, Mengedukasi, Menjelajah Negeri”.

 

Isrodin, atau yang akrab disapa Kang Is ini menjelaskan, tagline pertama yang berbunyi “Lakune nyong, rika, padha” mempunyai arti, jalan yang saya dan kamu lalui itu sama. Sama-sama berjuang untuk kebaikan negeri. Tidak berbeda dengan sekolah lain, lulusan dari sekolah ini disetarakan dengan lulusan siswa SLTP pada umumnya. Mereka juga mengikuti ujian nasional dan mendapatkan ijazah.

 

Setelah energi terisi dengan menyuarakan tagline, anak-anak Pakis siap untuk menerima materi yang kedua. Sebelum masuk ke materi, para murid ditanya tentang keinginannya berkunjung ke luar negeri. Luar biasa! Ternyata semua murid mempunyai mimpi untuk berkunjung ke luar negeri. Banyak diantara mereka yang ingin pergi ke Jepang. Ada juga ke Korea Selatan, India, Mekkah, dan negara tetangga Malaysia dan Singapore. Ada berbagai macam tujuan ke luar negeri. Seperti yang dijelaskan oleh Laeli, yang pertama adalah liburan. Liburan bisa berupa mengunjungi tempat wisata, belanja, menonton konser atau pertandingan. Yang kedua, belajar atau sekolah. Dapat berupa pertukaran pelajar atau kuliah. Yang ketiga, bekerja (sebagai tenaga ahli, perjalanan dinas, atau bisnis). Dan ada juga keperluan lain seperti lomba dan volunteer/relawan.

 

Di sela menjelaskan tentang materi, Laeli juga mengajarkan Bahasa Jepang kepada anak-anak.  Bahasa Jepang yang diajarkan meliputi kata sapaan, cara memperkenalkan diri, dan cara menyampaikan hobi masing-masing anak. Tidak lupa dengan kata penutupnya. Anak-anak tampak senang mendapatkan pembelajaran baru tentang Bahasa Jepang. Belajar Bahasa Jepang merupakan salah satu manfaat ke luar negeri. Selain itu, ada manfaat lain ke luar negeri, diantaranya mengenal budaya baru, merasakan budaya yang berbeda, mendapat teman baru dari negara lain, lebih mengenal potensi diri, pengalaman berharga, dan tentunya tantangan.

 

Ada yang tahu bagaimana cara ke luar negeri?

Pertanyaan tersebut membuat anak-anak penasaran dengan jawabannya. Laeli menjelaskan, cara agar bisa ke luar negeri adalah dengan beasiswa. Ada berbagai macam beasiswa, contohnya beasiswa pemerintah, perusahaan swasta, dan beasiswa kampus.

 

Tentu saja sebelum mengakhiri sesi materi, ada 3 hadiah yang dibagikan untuk anak-anak Pakis. Caranya, mereka harus maju untuk memperkenalkan diri mereka di depan teman-temannya menggunakan Bahasa Jepang yang sudah diajarkan sebelumnya. Tampak malu dan ragu dalam mengucapkannya, namun dengan berani dan percaya diri, mereka mengucapkannya dengan lantang.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Open chat
Ada Pertanyaan?
Haloo 👋
Ada yang bisa kami bantu?