Ancaman Food Waste Terhadap Lingkungan dan Manusia

Gambar: kompasiana.com

Apakah kamu sering menyisakan makananmu lalu membuangnya ? jika iya, sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu karena dampaknya sangat buruk terhadap lingkungan dan manusia itu sendiri. 

Menurut sumber yang dikeluarkan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, sampah makanan atau food waste orang Indonesia jika dikumpulkan dalam setahun bisa mencapai 1,3 juta ton. Dan bila dirata-ratakan, satu orangnya bisa menghasilkan 300 kg sampah per tahunnya. 1,3 juta ton sampah makanan tersebut bisa mencapai Rp. 27 triliun jika dirupiahkan. Bisa bayangkan, membuang makanan sama saja kamu sudah membuang uangmu !

Ironisnya, dengan tingginya angka food waste di Indonesia masih banyak penduduk Indonesia yang menderita kelaparan. Sebanyak 19,6 juta penduduk di Indonesia mengalami gizi buruk. Kembali ke Rp. 27 triliun tadi, jika dihabiskan maka uang sebanyak itu bahkan bisa memberi makan sebanyak 28 juta orang. 

Tidak hanya terhadap masalah kelaparan, sampah makanan juga berdampak terhadap lingkungan dan sumber daya alam serta manusia. Apa ya hubungannya dengan kedua hal tadi ?

Coba kamu renungkan hal ini. Di setiap piring ketika kamu makan ada bermacam-macam makanan yang tersedia. Seperti nasi, lauk pauk berupa sayuran, kacang-kacangan, umbi, buah, dan sebagainya. Untuk sampai ke piringmu, makanan itu harus melalui proses yang sangat panjang. Mulai dari ditanam, disirami, dirawat lalu dipanen, setelah itu dari petani lalu didistribusikan sampai ke pasar/supermarket. Dan pada akhirnya sampai di tangan kita untuk dikonsumsi. 

Gambar: pexels.com

Semua itu menghabiskan sumber daya alam yang tidak sedikit. Faktanya, dibutuhkan 550 miliar meter kubik air, 1.132 miliar liter minyak bumi dan area 9,7 juta hektar sebagai tempat budidaya pangan untuk menghasilkan makanan. Ditambah dengan lelah yang dirasakan oleh petani, distributor makanan, dan lainnya agar kita bisa menikmati makanan yang telah dihidangkan yang sayangnya sering kita buang.

Kemanakah sampah makanan tersebut dibuang ? Sudah pasti akan berakhir di tempat penampungan sampah. Idealnya sampah organik termasuk makanan akan membusuk dengan alami dengan tanah. Atau bisa juga diolah menjadi pupuk dengan teknik komposter. 

Namun, jika dibiarkan di udara terbuka seperti di tempat penampungan sampah, sampah organik akan menghasilkan gas metana yang dapat merusak lapisan ozon bumi. Diketahui, gas ini bahkan 20x lebih berbahaya dibandingkan dengan karbondioksida dan dapat menyebabkan kematian.

Gambar: pexels.com

Tidak hanya gas metana, jika sampah organik bercampur dengan sampah non organik hal itu akan terjadi pengurangan oksigen dan menghasilkan cairan beracun bernama leachate atau air lindi. Karena tingkat racunnya sangat tinggi, leachate menjadi sebuah ancaman tersendiri untuk lingkungan terutama air tanah yang fungsinya untuk keberlangsungan makhluk hidup.

Oleh karena itu, untuk mengurangi bahaya dari food waste, kita bisa memulai dengan hal yang kecil terlebih dahulu. Kamu  bisa menghilangkan kebiasaan menyisakan makanan. Ambil makanan sesuai dengan porsimu dan habiskan. Selain itu, sisa dari potongan sayur bisa kamu olah menjadi masakan baru lagi. Atau kalau halaman rumahmu luas, kamu bisa mengolah sampah makanan tersebut menjadi pupuk untuk menutrisi tanaman dan pohon yang ada di lingkunganmu.

 

Sumber: mediaindonesia.com, cookin.id, portonews.com, kompas.com, tirto.id

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Open chat
Ada Pertanyaan?
Haloo 👋
Ada yang bisa kami bantu?