Sepenggal Kisah Menarik dari Suku Bajo

 

Pada mulanya, Labuan Bajo merupakan sebuah desa kecil dan kelurahan yang masuk dalam Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun seiring berjalannya waktu, daerah ini mulai dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo karena sektor pariwisatanya yang semakin maju.

 

Dilansir dari labbineka.kemdikbud.go.id, Labuan Bajo sendiri berasal dari dua kata, yaitu “Labuan/Laboean” artinya pelabuhan atau tempat berlabuh, sedangkan “Bajo” adalah nama suku asli yang menetap di daerah Labuan Bajo. Jadi, kalau diartikan Labuan Bajo adalah tempat berlabuhnya suku Bajo. 

 

Menurut sejarahnya, ratusan tahun yang lalu nenek moyang dari suku Bajo berasal dari kepulauan Sulu, Filipina Selatan bermigrasi menuju Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur dan pada akhirnya singgahlah mereka di daerah yang saat ini bernama Labuan Bajo.

Suku Bajo di Labuan Bajo

Gambar: phinemo.com

Suku Bajo dijuluki sebagai “manusia ikan asli dari Indonesia”. Hal itu dikarenakan sepanjang hidupnya mereka bermukim di pesisir pantai Labuan Bajo. Selain itu, sehari-hari mereka bermata pencaharian dengan menyelam ke dalam laut untuk berburu ikan, kepiting, teripang, gurita, dan lain-lain.

 

Keunikan dari suku Bajo adalah kemampuan mereka mampu menahan napas hingga 13 menit saat sedang menyelam di laut yang kedalamannya bisa mencapai 60 meter. Tidak seperti manusia pada umumnya yang hanya bisa menahan napas beberapa detik saja saat menyelam. 

 

Seorang peneliti bernama Melissa Llardo dari Center for Geogenetics, University of Copenhagen pernah melakukan penelitian terhadap suku Bajo selama beberapa bulan. Ia membuat perbandingan antara suku Bajo dengan suku Saluan yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan. 

Suku Bajo dikenal dengan penyelam yang ulung

Gambar: travel.tribunnews.com

 

Melissa lalu mengumpulkan sampel air liur orang suku Bajo dan Saluan untuk diteliti lebih lanjut. Hasilnya pun mengejutkan, bahwa orang suku Bajo memiliki ukuran limpa yang rata-rata 50% lebih besar dari ukuran limpa orang suku Saluan.

 

Ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan genetik terhadap suku Bajo dimana mereka beradaptasi dengan kehidupan di laut, terutama aktivitas mereka sehari-hari yang sering menyelam ke dalam laut sejak zaman dahulu.

Sumber:

labbineka.kemdikbud.go.id

phinemo.com

labuanbajotour.com

nationalgeographic.grid.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Open chat
Ada Pertanyaan?
Haloo 👋
Ada yang bisa kami bantu?